Pesona Indramayu Kota Budaya di Jawa Barat

Indramayu Kota Budaya

Pesona Indramayu Kota Budaya - Halo guys, kali ini saya ingin mengajak kalian untuk berkenalanan dengan Indramayu yang merupakan salah satu Kota yang ada di Provinsi Jawa Barat dengan banyak Pesona dan Budaya yang ada. Nah Siapa sih yang tidak tahu dengan Kabupaten Indramayu? Dan akrab dijuluki "Kota Mangga" Indramayu sudah sangat dikenal dengan Buah Mangga nya, yang merupakan oleh-oleh khas tersendiri di Indramayu, Rasanya itu loh yang sangat khas.. Apalagi ketika musim mudik pasti Indramayu sangat ramai diberitakan karena merupakan Jalur Pantura (Pantai Utara Jawa) dan kebanyakan pemudik pasti kesini jika lewat pantura. Lalu Indramayu juga terkenal dengan banyak Pantai  nya dan Pulau Biawak yang merupakan destinasi wisata yang begitu indah.

Nah guys, tidak hanya itu saja.. bukan hanya dari Pariwisata Indramayu juga dikenal mempunyai banyak Budaya menarik yang mungkin belum kalian tahu loh dan kali ini saya akan bahas.. Daerah yang berada di sekitar pesisir pantai utara jawa ini menyimpan banyak Budaya yang belum banyak orang ketahui. Apa sajakah itu? Berikut ini adalah beberapa Budaya di Kota Indramayu.

Nadran

Nadran di Indramayu
Photo by aqiz.wordpress.com

Nadran merupakan sebuah budaya yang merupakan ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta akan hasil tangkapan ikan bagi para nelayan dan mengharapkan akan meningkatnya hasil serta dijauhkan dari bencana dan bahaya dalam mencari nafkah di Laut. Prosesi Nadran diawali dengan acara keagamaan, ruwatan, pagelaran tari-tarian, pertandinga olahraga, hiburan rakyat tradisonal dan modern dan salah satu komponen terpenting Nadran adalah meron yaitu sebuah miniatur perahu yang di dalamnya berisi kepala kerbau, kulit kerbau dan berbagai macam sesaji yang nantinya akan diangkut kedalam perahu sungguhnya untuk kemudian dilarungkan ke laut. Umumnya upacara adat Nadran ini diselenggarakan antara bulan Oktober sampai Desember di Pantai Eretan, Dadap, Karangsong, Limbangan, Glayem, Bugel dan Ujung Gebang.

Ngarot

Photo by fajarnews.com

Upacara ini sudah ada sejak abad ke 16 loh guys.. dan sampai saat ini pun masih tetap diselenggarakan khususnya ketika HUT Indramayu dan diadakan sangat begitu meriah dalam penyelanggaraan “Festival Seribu Gadis Ngarot”. Dulu upacara ini diselenggarakan agar mendapatkan hasil pertanian yang melimpah dan terutama saat menjelang penggarapan sawah terutama di masyarakat desa di kecamatan Lelea dimana pesertanya adalah para muda mudi dengan kostum yang khas dan aksesoris yang gemerlap hingga saat ini.

Ngunjung

Budaya ngunjung di Indramayu
Photo by bandungnewsphoto.com

Ngunjung yaitu upacara syukuran yang dilaksanakan di kuburan-kuburan makam leluhur serta tokoh keagamaan yang dianggap kramat, biasanya dilaksanakan pada bulan syuro mulud. Dengan maksud untuk memohon keselematan, juga senantiasa mengingatkan pesan pesan leluhur dan untuk melestarikan tradisi budaya. Pada upcara ngunjung ini biasanya selain berdoa juga ditampilkan kesenian khas daerah Indramayu.

Mapag Tamba

Photo by bandungnewsphoto.com

Mapag Tamba adalah Upacara adat dengan membawa air suci dalam bungbung bambu yang berasal dari sumber mata air yang dianggap memiliki kekhasiatan sendiri. Air suci ini sebelumnya telah dibacakan doa oleh sesepuh desa pada malam harinya dengan harapan padi yg ditanam jadi bias ngunduh (panen). Biasanya ritual Mapag Tamba dilakukan 40 hari setelah masa tanam dan dibawa oleh para pamong desa yang disebut “wadyabala nibakena tamba” yang dibagi dalam beberapa kelompok dengan tugas menguncurkan air suci sepanjang garis perbatasan desa. Para wadyabala ini mengenakan pakaian serba putih dan tidak boleh bicara -tapa mingkem- selama proses acara ritual.

Mapag Sri

Budaya Mapag Sri Indramayu

Photo by beritadaerah.co.id

Mapag Sri adalah upacara yang dilaksanakan dngan tujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada sang pencipta atas tibanya masa panen. Dengan cara dilaksanakan pargelaran kesenian khas wayang kulit sehari semalam dengan lakon khusus dan biasanya bertempat di balai desa. Mapag Sri berasal dari kata Mapag Dewi Sri yang berasal dari Bahasa Jawa Halus, dimana artinya adalah menjemput padi alias panen. Mapag yang berarti menjemput dan Sri yang berarti Padi. Diawali dengan upacara sedekah bumi, kemudian upacara Baritan dan yang terakhir adalah upacara Mapag Dewi Sri.

Sedekah Bumi

Budaya Sedekah Bumi Indramayu
Photo by rambatankulon.desa.id

Sedekah Bumi sendiri adalah upacara adat yang dilaksanakan oleh semua komponen Masyarakat, biasanya dilakukan setiap setahun sekali. Sedekah Bumi berarti menyedekahi bumi atau niat bersedakah untuk kesehjateraan hasil-hasil bumi, seperti bertani, bercocok tanam, ternak atau dagang. Sedekah bumi biasanya dilakukan setelah panen raya oleh para petani. Dilaksanakan dengan Masyarakat membawa makanan masing-masing seperti tumpeng untuk disantap bersama-sama.

Tari Topeng

Photo by tosupedia.com

Tari Topeng merupakan salah satu tarian di Tatar Parahyangan, Nah guys lalu kenapa dinamakan tari topeng? Yap karena memang penarinya menggunakan topeng saat menari hhe. Tari Topeng biasa dilakukan sendiri atau oleh beberapa orang. Gerakan dengan tubuh yang gemulai serta iringan musik yang dikombinasi oleh kendang dan rebab, merupakan ciri khas dari tari topeng ini. Dan sampai sekarang kesenian ini masih eksis dipelajari di sanggar-sanggar tari dan juga sering dipanteskan saat acara resmi daerah. Dan salah satu sanggar tari topeng di Indramayu yaitu sanggar tari Topeng yang dipunyai Mimi Rasinah yang terletak di Desa Pekandangan, Indramayu. Mimi Rasinah adalah sang maestro Tari Topeng  yang masih aktif menari dan mengajaran kesenian walaupun dia telah menderita lumpuh semenjak 2006, dan wafat pada bulan Agustus 2010. Namun hingga saat ini Tari Topeng masih eksis dilestarikan sebagai salah satu ikon budaya di Kabupaten Indramayu.

     Nah Guys sekarang kalian sudah lebih tau kan Tentang Budaya di Indramayu? selain yang saya sebutkan diatas masih banyak lagi Budaya lainnya yang ada di Indramayu. Karena tidak mungkin Saya sebutkan semua. Selain dari Budaya Indramayu juga mempunyai banyak #Kesenian seperti : Sintren, Sandiwara, Tarling, Organ dan sebagainya juga #Kuliner Khas Indramayu seperti : Dodol Mangga, Rumbah, Bubur Cecek, Karedok, Nagasari, Serabi, Pedesan Entog, Pindang Gombyang, Glintir, Jalabiya yang sangat lezat dan Geblog yang merupakan kue Khas Indramayu juga masih banyak lagi.

Apa lagi? Ada juga Tempat #Pariwisata yang patut kalian kunjungi jika berkunjung ke Indramayu seperti Pulau Biawak, Hutan Mangroove Karangsong, Kuliner Cimanuk, Waterboom Bojongsari, Koloni Kera Banjar, Taman Cimanuk, Pantai Tirtamaya dan Pantai Balongan yang merupakan tempat perhelatan PON Kemarin serta lainnya. Apalagi saat Ulang Tahun Indramayu dan ke-490 Tahun kemarin yang jatuh setiap tanggal 7 Oktober banyak diadakan Acara dan Festival, Perlombaan Meriah dan Eksotika Budaya. yeayy!!
Jadi yuk ke Indramayu Kota Budaya di Jawa Barat..:) #VisitIndramayu2018

Referensi : indramayukab.go.id , bloggermangga.com, meneerpanqi.blogspot.co.id, tosupedia.com,  website desa di indramayu

0 Response to "Pesona Indramayu Kota Budaya di Jawa Barat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel